Sekolah itu Tidak Penting

Baca Offline:

Suatu hari saya sempat berpikir. Kenapa kebanyakan orang sukses tidak mampu menyelesaikan pendidikan formalnya. Bill Gates, Steve Jobs, Thomas Alva Edison, dan lain-lain. Apakah yang terjadi dengan sekolah formal? Apakah sekolah formal itu tidak penting?

Meskipun berada dalam barisan orang sukses yang putus kuliah, Bill Gates tetap berkeyakinan bahwa sekolah formal tetap penting. Berbeda dengan Bob Sadino, beliau kerap kali menyatakan pada beberapa kali kesempatan bahwa jika ingin kaya keluarlah dari sekolah dan berwirausahalah. Pada akhirnya pernyataan ini masih diperjelas bahwa bukan sekolah formal yang akan mengantarkan seseorang untuk menjadi seorang milyuner, tetapi ketekunan dan keuletan dalam membangun bisnis itulah satu-satunya kunci menuju kesuksesan.

Steve Jobs tetap mempelajari mata kuliah typhografi yang menjadi minatnya, meskipun telah putus kuliah. Pada akhirnya ilmu itu berguna. Komputer Apple berkembang dalam waktu 10 tahun berangkat dari garasi dengan kelebihannya menggunakan typhografi yang beraneka ragam.

Thomas Alva Edison si anak bodoh yang dikembalikan dari sekolah pada orang tuanya tetap belajar sendiri di rumah menggunakan buku-buku fisika yang dibelikan ibunya. Beliau tekun melakukan percobaan dan penelitian di rumahnya sendiri. Hingga pada usia 23 tahun beliau berhasil menemukan mesin telegraf yang sudah diperbaiki. Ia-pun pernah mengalami kegagalan. Setelah gagal sebanyak 999 kali, kegagalannya itu mengantarkannya pada kesuksesannya menemukan bola lampu listrik.

Kesuksesan sangat dekat dengan kepedihan. Lekat dengan peluh dan keringat. Bahkan tangis dan air mata selalu mengiringi di setiap langkah-langkah menuju kesuksesan. Yang membedakan adalah kepedihan tidak menghentikan orang-orang sukses. Cukup berhenti sejenak, berpikir, merenung, dan kembali melangkah melanjutkan perjalanan. Kepedihanlah yang mengiringkan dan mengantarkan mereka. Bukan tepuk tangan atau pujian. Tepuk tangan dan pujian hanya diperuntukkan bagi pemenang.

Kembali pada pertanyaan.

Apakah sekolah itu penting?
Apakah pendidikan formal masih diperlukan?

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Merujuk pada tujuan pendidikan nasional tersebut di atas, saya melihat bahwa para orang sukses tersebut adalah produk dari tujuan pendidikan itu sendiri. Berfokuslah pada  “…kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab…”.

Memang belum semua aspek tujuan pendidikan nasional bangsa kita dapat tercapai. Sudah menjadi tugas semua komponen bangsa untuk menjiwa dengan tujuan pendidikan. Pengembangan diri menjadi tanggung jawab pribadi yang wajib dikembangkan dalam suatu kelompok masyarakat. Setiap insan berhak mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Long life education!

Baca Offline: