Meditasi untuk Pengembangan Diri II

Baca Offline:

Postingan tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya terdahulu. Sebelumnya saya pernah berjanji untuk menulis tentang bagaimana cara mengembangkan diri melalui meditasi dalam tulisan yang berjudul Meditasi untuk Pengembangan Diri I.

Sudah banyak tutorial dan buku-buku yang mengajarkan cara bermeditasi. Juga sudah bertebaran berpuluh-puluh teknik meditasi yang ditawarkan oleh instruktur atau praktisi-praktisi meditasi yang lain melalui media internet. Puluhan teknik meditasi dikembangkan dan disesuaikan dengan tujuannya masing-masing. Ada yang fokus untuk pengembangan tenaga dalam, ada juga yang diorientasikan pada praktik-praktik olah kebatinan. Pada tulisan kali ini hanya dibahas bagaimana meditasi dapat dikembangkan untuk pengembangan diri seorang manusia, bahkan seorang pelajar sekalipun.

Boleh dikatakan praktik meditasi gampang-gampang susah untuk dilakukan. Dikatakan susah karena umumnya seseorang terlanjur terikat oleh pengalaman yang didapat dari rutinitasnya. Ikatan-ikatan yang dimaksudkan berupa pengalaman yang terlanjur terekam dalam memori otak dari keseharian seseorang yang telah berubah menjadi trauma. Trauma itulah yang kemudian tumbuh menjadi kegelisahan hati. Tatalah hati, singkirkan perasaan-perasaan negatif itu. Sadarkan diri bahwa hidup ini begitu indah. Kemudian syukurilah bahwa dalam segala keadaan, cinta dan kasih Tuhan YME sang penguasa semesta alam selalu berlimpah dan menyertai dalam perjalanan hidup setiap manusia. Bimbinglah pikiran untuk fokus pada kemurahan Allah melalui semesta alam dan kemudian mulai hiruplah nafas secara sengaja. Tuntunlah nafas menggunakan hitungan secara sadar di dalam hati.

Hirup nafas… (hitunglah satu)
Hembuskan nafas… (hitung satu)
Hirup nafas… (hitunglah dua)
Hembuskan nafas… (hitung dua)
Hirup nafas… (hitunglah tiga)
Hembuskan nafas… (hitung tiga)
Hirup nafas… (hitunglah empat)
Hembuskan nafas… (hitung empat)
Hirup nafas… (hitunglah lima)
Hembuskan nafas… (hitung lima)

Teruslah bernafas dalam sadar! Setelah sampai hitungan ke-lima, kembalikan irama hitungan mulai dari satu lagi. Lakukan hal itu secara terus menerus hingga mulai terbiasa bernafas secara sadar. Rasakan setiap sentuhan nafas dengan hidung pada saat menghirup maupun menghembuskan nafas.

Praktik ini dapat dilakukan secara terlentang maupun duduk. Usahakan posisi punggung lurus, tidak membungkuk ataupun melengkung ke samping. Perhatikan juga bagian-bagian organ tubuh yang lain. Upayakan agar tidak tegang. Jika dilakukan secara terlentang, letakkan kedua lengan di samping sejajar dengan tubuh. Bila ingin melakukan secara duduk letakkan kedua tangan diatas pangkuan kaki yang saling terlipat.

Setelah sekian kali melakukan aktifitas tersebut, akan didapati suatu keadaan yang lebih tenteram, tenang, bahagia, dan rileks. Berlatihlah secara rutin dan konsisten. Temukan waktu yang paling tepat di sela-sela kesibukan untuk digunakan sebagai waktu latihan. Carilah tempat yang paling tepat untuk melatih kesadaran bernafas, meskipun sebenarnya praktik meditasi dapat dilakukan di mana saja dan pada saat apapun. Ingatlah, sebagai meditator pemula mulailah dengan cara-cara yang mudah terlebih dahulu.

Ketika seorang praktisi meditasi sudah mulai terbiasa dengan latihan dasar tersebut, ia boleh mengembangkan ke tingkatan selanjutnya. Nilailah sendiri praktik meditasi yang sudah dilakukan. Apakah sudah didapati perasaan tenang? Apakah sudah didapati perasaan tenteram? Jika iya, kembangkan dengan mengganti hitungan dengan kata-kata sugestif atau dengan doa-doa yang sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. Jika memilih kata-kata sugesti, pilihlah kata-kata sugesti yang bisa memotivasi diri menuju keadaan yang lebih baik. Jika keadaan kontemplatif seperti yang sudah dijelaskan di atas belum didapatkan atau mulai kabur dan hilang, gunakan kembali hitungan dasar untuk membimbing dan mengembalikan praktik meditasi pada bernafas secara sadar.

Tekunlah tapi jangan ngoyo. Gigihlah tapi jangan terobsesi. Selaraskan diri dengan irama kehidupan, seperti halnya seseorang yang ikhlas penuh syukur menerima kehidupannya.

Ada juga pengalaman salah seorang praktisi meditasi yang melakukan kebaikan-kebaikan tertentu untuk mendapati keadaan kontemplatif yang lebih baik. Ia secara sadar berkomitmen untuk konsisten menyisihkan beberapa persen tiap kali ia menerima rezeki. Setelah terkumpul, hasilnya ia gunakan untuk bersedekah. Melalui cara itu ia beranggapan bahwa ia merasa lebih terhubung dengan kehidupan. Ia merasa lebih dekat dan lebih diterima kehidupan dalam satu kesatuannya dengan semesta alam.

Bagaimana dengan anda?

Namaste…!

Baca Offline: