Tugas Proyek Menghitung Debit Air

Menghitung debit sudah dipelajari sejak kelas V tingkat Sekolah Dasar. Debit adalah volume air yang mengalir dari suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dalam satuan waktu. Untuk mengetahui debit air yang mengalir, maka perlu diketahui volume dan waktunya terlebih dahulu.

Beberapa hari terakhir ini, siswa-siswi SDN Sine 1 Ngawi sedang mempelajari satuan volume yang kemudian berkembang menghitung dan menentukan debit air mengalir. Seperti yang dudah dipelajari di kelas, bahwa rumus untuk menentukannya adalah Debit = Volume : Waktu.

Untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kemampuan tentang hal itu, maka siswa kelas V SDN Sine Ngawi pada saat ini ditugaskan untuk melakukan penghitungan debit air di rumah masing-masing. Oleh karena itu, berikut disampaikan tautan unduhan yang berisi tentang Format Laporan Proyek Menghitung Debit Air.


Berikut ini dapat disaksikan beberapa video publikasi hasil dokumentasi tugas proyek menghitung debit air yang telah mereka kerjakan:

Menghitung Debit Air oleh Chandra, Andre, dan Hamud.
Menghitung Debit Air oleh Lintang, Bertha, dan Aulia.
Menghitung Debit Air oleh Azka, Zaqi, Fawwas, Nanda, Zaqi, dan Fahrul.

Ada kejadian lucu berkaitan dengan kegiatan ini. Pada suatu hari salah satu kelompok belajar telah sepakat untuk melakukan pengambilan gambar video (shooting). Sepulang dari sekolah Chandra, Hamud, dkk. bergegas untuk berangkat menyelesaikan tugas. Semua alat sudah dipersiapkan. Termasuk di antaranya botol bekas, smartphone, dan alat-alat tulis. Storyboard pertama telah ditake, mereka akan memulai mengambil rekaman gambar pada storyboard berikutnya. Tombol record ditekan. Salah seorang anak meletakkan mulut botol di bawah kran air, lalu menyalakan air. “Hufts…!” Tidak ada setetes airpun yang menetes. Akhirnya gagallah shooting hari ini.

Belakangan ini memang sedang puncak-puncaknya musim kemarau. Siang hari terasa sangat terik membakar dan angin kencang berhembus. Pohon-pohon banyak yang kering menggugurkan daun-daunnya. Di beberapa tempat air sudah tidak mengalir lagi dengan lancar. Gunung-gunung yang bisa menjadi tempat ideal untuk menjadi daerah resapan air sudah tidak mampu melakukan fungsinya lagi. Hutan-hutannya sudah sangat banyak berkurang. Masih diperparah lagi, hutan yang tersisa tidak banyak pepohonan yang tumbuh di atasnya. Setidaknya hal ini memberikan pengajaran agar memberikan perhatian lebih besar lagi kepada keselarasan lingkungan alam.