Hati-hati dengan Musikmu!

Baca Offline:

Saat waktu menunjukkan pukul 01:08 WIB dini hari.
Sementara di antara keheningan menyongsong fajar yang masih terasa dalam balutan malam. Seketika menyeruak dorongan untuk menyembulkan pengetahuan dalam tulisan. Menuliskan pengetahuan untuk dibagikan. Dibagikan kepada saudara, teman, dan atau semua orang yang kebetulan membaca tulisan ini. Mungkin bagi mereka yang lesu jiwanya. Mungkin bagi ia yang sedang letih kalbunya.

Tahukah kita, bahwa pada tahun 1955, ketika sedang berkecamuk perang dunia II. Di Jerman, Menteri Propaganda NAZI (Joseph Goebbels) mengubah frekuensi suara dari 432 Hz menjadi 440 Hz. Ditengarai, NAZI menggunakannya untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar orang sehingga membuat orang berpikir secara negatif. Orang menjadi merasa cemas, panik, timbul ego yang lebih dominan, dan tidak seimbang. Begitupun dalam sejarah musik, telah terjadi perdebatan panjang mengenai standarisasi penyeteman alat musik antara 440 Hz dengan 432 Hz.

Bukan membicarakan tentang kemungkinan teori konspirasi, melainkan mencoba memberikan perhatian pada beberapa hasil penelitian. Seorang peneliti asal Amerika Serikat yang melakukan penelitian tentang frekuensi. Hasil penelitiannya dikenal dengan nama Solfeggio Frequencies. Beliau adalah Dr. Joseph Pulio, seorang psikolog asal Amerika Serikat.

Dalam penelitiannya, Dr. Joseph Pulio menjelaskan bahwa ada enam macam frekuensi yang bisa mempengaruhi perasaan manusia. Enam frekuensi itu merupakan notasi lagu religi yang mendorong manusia ke arah hal-hal yang positif. Bernuansa keagungan sekaligus kepasrahan, yang kerap digunakan oleh Vatikan sejak abad ke-lima. Adapun ke-enam frekuensi tersebut antara lain 396 Hz, 417 Hz, 528 Hz, 639 Hz, 741 Hz, dan 852 Hz. Di luar ke-enam Solfeggio Frequencies belakangan berkembang penelitian yang menyatakan bahwa frekuensi 432 Hz juga memiliki kekuatan yang bernuansa keselarasan dengan energi semesta alam.

Adapun ke-enam Solfeggio Frequencies tersebut memiliki nuansa yang berbeda-beda. Nuansa frekuensi 396 Hz bisa mengeluarkan pikiran negatif. Frekuensi 471 Hz bernuansa memperbaiki situasi dan mendorong perubahan. Frekuensi 528 Hz memiliki kekuatan dan daya dorong untuk transformasi dan keajaiban. Frekuensi 639 Hz bernuansa membangun hubungan (relationship). Nuansa frekuensi 741 Hz adalah memunculkan solusi atau jalan keluar dari suatu permasalahan. Terakhir adalah frekuensi 852 Hz yang berdaya membangun kembali untuk memahami jiwa.

Seorang psikolog asal Amerika Serikat yang menggunakan lagu berfrekuensi tertentu dalam Solfeggio Frequencies untuk peyembuhan mental adalah Dr. Leonard Horowitz. Lagu yang digunakannya antara lain Imagine (Jhon Lennon) yang memuat frekuensi 528 Hz. Frekuensi bernuansa kekuatan mengubah keadaan. Kalau ingin membuktikan, simaklah melalui tautan video di bawah ini.

Di antara deretan artis Indonesia, Kunto Ajilah yang telah mencoba bereksperimen dengan frekuensi di dalam lagu-lagunya. Lagu Rehat dalam album Mantra-mantra, Kunto Aji menggandeng Petra Sihombing mengaplikasikan frekuensi 396 Hz yang bernuansa mengeluarkan pikiran-pikiran negatif. Awalnya ia membuat lagu itu untuk dirinya sendiri, istri, dan keluarganya. “Setelah mendengar lagu itu, mereka bisa menangis mengeluarkan emosinya. Mungkin karena frekuensi pada lagu itu,” akunya.

Di internet bertebaran ribuan bahkan jutaan lagu yang dapat diunduh dan dinikmati. Lagu-lagu yang diciptakan setiap hari dan dapat diputar sewaktu-waktu. Tentu saja lagu-lagu tersebut tidak mesti selalu sesuai dengan pakem Solfeggio Frequencies. Jika kemudian meyakini dan ingin memenuhi ruang pendengaran dengan lagu-lagu berfrekuensi berdaya kekuatan positif atau setidaknya ingin membuat keseimbangan ruang dengar dengan jenis lagu menurut frekuensinya, player-player pengubah frekuensi sudah banyak ditemukan di Google Appstore. Di antaranya adalah 432 Player dan 528 Player. Tentu saja addsense contained 😂.., anda dapat membelinya jika ingin membuang iklan dari player tersebut.

Saya sendiri, secara pribadi sering memilih memutar suara atau lagu dengan frekuensi 528 Hz dan 432 Hz. Frekuensi 528 Hz saya terapkan untuk mensetting dan membuat keselarasan untuk mengundang keajaiban dan menciptakan perubahan yang harus dilakukan dalam hidup. Sering kali dalam aktifitas keseharian tanpa disadari irama pikiran menjadi tidak harmonis dan tidak selaras dengan semesta. Hal itu ditandai dengan kesulitan ketika mengawali aktifitas tidur. Suara berfrekuensi 432 Hz saya putar dalam durasi 30 menit. Tidak butuh waktu terlalu lama, sayapun tidur pulas seperti bayi. Mimpi-mimpi yang terbawa dari sisa-sisa aktifitas rutinpun lenyap dan akhirnya bangun dengan tubuh dan pikiran yang segar.

Ingin mencoba? Simak video berikut ini!

Baca Offline: